Posted in digital art, fan art, random


Hello everyone~

Meet The President of PENGUINATION


Posted in digital art, fashion, ootd

I should make a template for these things…

Yeah.. That’s a good idea


Posted in caption, digital art, family, instagram story, random

Instagram Story: The Shark Family, dudududududu~


First time I heard this was earlier this year from my juniors.

They were singing while moving their fingers and hands and I have no idea what the hell they were doing at the time.

But then,

Last month i guess

I saw this kid that I’m tutoring playing this video from youtube over and over again. So it’s actually a world-wide-well-known-kid-song~

And to tell you the truth, the song has been in my head for the whole week for no reason.

Nobody sings it around me.

There are no any sharks in sight.

Guess my brain love the song~

Posted in caption, digital art, photos, random, traditional art

Instagram Stories is the new Paper

So, if you’re an instagram user you must have known about this new feature.

Some people like it some people don’t. Some people say it’s like a bad version of snap chat some people don’t even know what snap chat is.

Anyway, there are lots of opinions about this story thing.

Me personally, i HATE it when they first launched it. Why?

The only reason is because it crashed the instagram. Not that it suddenly closed by it self or anything, it just the instagram wouldn’t load the pictures on the timeline or feed. I had to “clear data and caches” to make it work again. I would have to re-log-in and after that usually the instagram back to the old theme, without the stories. So back then, I assumed, the story feature is the cause of the misbehave of instagram. It’s either there was something wrong with the programming or that it just couldn’t work on 4G connection yet. I don’t know.

But whatever the reason was, they fixed it. And now, my Instagram is working just fine with the story feature. And now that it works perfectly, i fell in love the new feature.

Here is my reason.

It’s not thanks to the snap-chat-like-function because I barely use snap-chat. It’s simply because, I can draw anything I want everytime I want with colorful pen and things~

My favorite part is the glowing-stick-like thing. I just capture a blank black photo by covering my camera and draw things with the glowing-stick-like-thing and I love the glowing-board-lamp-like result. It’s like Vegas on my phone~ πŸ”…πŸ˜

Posted in caption, digital art, family, fashion, ootd

Baju Cantik dan Wajah Bahagia (part 2)

Kalau ada yang pernah baca “Baju Cantik dan Wajah Bahagia Part 1”, kemungkinan sudah tau kemana post ini akan berujung.

Kalau belum.. Β Here you go..

Boleh di klik, nggak juga gapapa.

Anyway, di post itu ifah menceritakan tentang “the so called baju cantik” alias baju brides-maid sepanjang masa yang dimiliki oleh keempat anak perempuan di keluarga ifah.

Karena kedua mbak ifah sudah menikah, ifah jadi punya 2 setel outer pasangan si baju cantik itu.

Yang kedua sudah sempat dikisahkan (halah) dan digambarkan di post yang kemaren, dan itu membuat ifah ingin bikin untuk yang pertama!!!

And soooo~ ifah did..


Ada sedikit ‘penyesuaian’ yang ifah lakukan pada gambar tersebut dikarenakan skill ifah yang masih abal.

Penyesuaian yang pertama adalah jilbabnya, seharusnya motifnya bunga-bunga warna ungu. Yang kedua adalah sepatunya, seharusnya bling-bling kayak sisik ikan dengan heels setinggi 5 cm. Wow.

I should say.. Walaupun ifah lebih suka setelan yang ke-2, tapi gambar yang ini lebih bagus.. Hmmm (no shame at all complementing my own work. Whateverrr~ πŸ˜‚)

Yes yes..

Outernya warna ungu karena mbak ifah yang pertama ini seorang purple-holic. Dia semacam versi ungu dari ifahoren atau justru ifah adalah versi orennya dari dia (what?). Entahlah.

Kalau wedding mbak yang kedua kemaren temanya peach-coral-unyu-unyu. Kalau wedding mbak yang pertama temanya ungu-ungu-ungu-ungu-silver. Very winter like ❄❄❄

Serius deh, bahkan wedding souvenirnya aja kue putri salju yang shape-nya snow flakes gitu~

Sekian tentang baju cantik yang ini~

Posted in caption, criminal minds, digital art, fan art, gublernation, matthew gray gubler

Dr. Spencer Reid


First known him when I first watched one of Criminal Minds episodes. He played as Dr. Spencer Reid, the genius boy of the BAU Team, Gideon’s pupil, with huge and thick glasses and shiny hair.

I remember when Hotch made a comment when Reid finally change his hairstyle a few seasons later, “What, you joined a boy band?”. That was hillarious πŸ˜‚

After that, I found him played an unsignificant character as the lead-role’s best-friend on “500 Days of Summer”. I watched it because I knew Zoe was on it and this guy appeared out of nowhere was a pleasant surprise.

CM is absolutely my favorite serial, of course besides Supernatural and Grimm, but Dr. Spencer Reid is the character that cathes my eye. And ‘knowing’ the man behind the genius character is.. well let’s just say I’m a proud fan πŸ˜….

I’m not an avid fan. My fan-activites other than watching CM episodes over and over again, would be following his instagram account and pinned everything related to him on pinterest. Oh well, I did watch Suburban Gothic because he promoted it so much on his IG. (What should I say about that movie.. I get the humor but I guess it’s too.. vulgar? Yes.. I guess vulgar is the appropriate term. It’s too vulgar for my taste.)

This is my secondΒ Β fan-art of him and I would say, this is far better than the first. πŸ˜…

Well, everyone.. Say Hi to my version of Matthew Gray Gubler.

Posted in caption, digital art, family, fashion

Baju Cantik dan Wajah Bahagia (Part 1)

Judulnya boleh dimanipulasi jadi wajah cantik dan baju bahagia. Boleh aja silakan. Tergantung situasi dan preferensi. 😏

Jadi ceritanya, anak-anak cewek di keluarga ifah punya 1 baju yang khusus dikeluarkan dari lemari kalau kita harus jadi bridesmaid. Dan karena sepanjang sejarah, baru 2 kali ifah harus jadi bridesmaid, maka baju itu baru keluar dari lemari sebanyak 2 kali.

Ide ini muncul ketika mbaknya ifah yang pertama menikah. Saat sedang mencari solusi bagaimana cara menghemat budget pernikahan seumur hidup. Maka kami, para cewek-cewek yang memang sumber terbesar pengeluaran pun berinovasi.

Baju bridesmaid sepanjang jaman.

Bajunya sederhana. Long dress berlengan panjang warna silver dari bahan satin tanpa hiasan tanpa lukisan. Masing-masing punya satu. Idenya adalah, baju itu akan dipakai setiap anak di keluarga ini ada yang menikah. Tinggal di tambahkan outer yang sesuai wedding theme plus jibab yang senada.

Jadi baju ini harus bertahan sampai nanti anak ke-5 di keluarga ini menikah.

Ketika mbak yang pertama menikah, pasangan dari baju ini adalah blazer panjang button-less warna ungu plus jilbab putih motif bunga warna ungu.

Dan ketika mbak yang kedua menikah, bulan lalu, pasangan baju ini adalah outer warna peach dengan bahan semacam lace di bagian atas dengan terusan tutu-skirt. Yang design mbak yang pertama. Design dan jahitnya di Malang, jadi kita sama sekali nggak liat bentuk jadinya sampai akhirnya mbaknya datang ke Bandung pada H-1 hari pernikahan. Di Bandung sudah disiapkan jilbab pasangannya, pashmina instan yang kita pikir warnanya senada. Tapi ternyata setelah disandingkan di kehidupan nyata. Nggak matching πŸ˜….

Tapi kita bodo amat. The wedding must go on.


Ini kira-kira penampakan baju yang kedua.

Ifah jadi pengen bikin yang pertama.. 😐

Oke mari kita agendakan πŸ˜…

Personally, ifah lebih suka baju yang kedua. Karena tampak unyu dan kalau kena angin tutu-skirtnya kayak terbang-terbang gitu. Aslinya tutu-skirtnya panjang banget dan menyapu lantai.

Gambar ini warnanya sudah disesuaikan sehingga outer sama jilbabnya tampang matching. Hahahah πŸ˜…

Anyway, kalau ifah akan nikah artinya ifah musti siapain design buat outer yang ke-3.

Pertanyaannya adalah…

Ifah, apakah kamu akan menikah?

Posted in caption, digital art, family, fashion


Omaigat omaigat

Ini kayaknya judul paling kontroversial yang pernah ifah bikin!!!! (Who cares~? πŸ˜‘)

Biar ifah klarifikasi. Ini bukan mau sebar undangan walimahan ifah atau siapapun. Ini cuma mau nge-post gambar ini..


Siapa ituh?!

Yang pasti, bukan ifah πŸ˜…

Itu mbak-nya ifah yang ke-2. Mbak ifah ada 2. Yang 1 udah nikah pas ifah tingkat 1 atau 2 gituh… Lupa. Yang 2 baru saja menikah bulan lalu~


Belum sempat bilang selamat sama mbaknya. Aneh gak sih bilang, “selamat ya mbak udah nikah~” ke kakak sendiri?? Ifah merasa itu aneh. Waktu mbak yang 1 nikah kayaknya nggak bilang gituh..

Jadiiii.. Ifah pun bikin ini untuk menyelamati mbaknya. Hahahahahahahah~

Mbaknya menikah dengan seorang pria yang tidak ifah kenal. Yah.. Sesungguhnya ifah emang gak pernah kenal sama siapapun calon mbak ifah sih. Dari jaman mbak yang 1 juga, baru kenal ketika akhirnya calonnya datang ke rumah untuk ngelamar mbaknya. Mbaknya yang ke-2 ini juga sama seperti itu kasusnya.

Kejadiannya gini.

Ifah lagi di kampus, tiba-tiba mbaknya yang jarang nge-WA ini tiba-tiba nge-WA. Dan dengan santainya nge-chat

“Fah, tanggal XX pulang yah. Mbak mau lamaran..”


Siapa yang gak bakal teriak WHAT kalau tiba-tiba kakaknya tanpa angin tanpa hujan tanpa petir tanpa geledek bilang ada yang mau ngelamar. Pertanyaan yang sudah jelas akan ditanyakanpun terlontar.

“WHAT?! Tiba-tiba aja?! Sama siapa mbak??”

Lalu mbak pun menyebut sebuah nama yang asing.

And I was like, who the heck is that??? 😱

Seketika chat-room itu berubah menjadi interogation-room. Siapa dia? Dari mana datangnya? Nemu dimana? Orangnya kayak apa? ID Instagramnya apa? Bisa di stalking nggak?

Dan ternyata… Satu-satunya info penting yang bisa ifah dapatkan dari chat itu adalah..tanggal ulang tahun masnya sama kayak ifah. Wow. 😐

Anyway, dengan informasi yang secuil itu, ifah pun pulang demi bertemu sang calon. Calon mbaknya maksudnya…

Begitu sampai di rumah, introgasi berlanjut. Akhirnya sama mbaknya, ifah diajakin stalking FB masnya.

Hmmm…. Baiklah. Masnya tidak tampak mencurigakan.

Lalu, terjadi lah hari yang ditunggu.

Masnya datang ke rumah bersama keluarganya. Ini jadi pertemuan perdana ifah dengan masnya.

Inikah yang disebut lamaran? Ifah nggak inget waktu mbak yang pertama lamaran kek mana. Kayaknya serupa-serupa ini juga. Bapak ibu saling ngobrol. Kita anak-anak diem aja sambil menikmati hidangan yang kita masak sendiri.

Lamaran yang ternyata sekedar menyampaikan niat baik pun berakhir. Lancar dan damai. Ifah pun kembali ke bogor dengan tentram.

Pertemuan berikutnya ifah dengan masnya adalah di hari pernikahannya. Ifah baru pulang lagi H-1 hari pernikahan. Semua sudah direncanakan. Ifah tinggal hadir pakai baju cantik dan pasang wajah bahagia.

Dan itulah yang ifah lakukan. Hadir pakai baju cantik dan pasang wajah bahagia. Tidak lupa foto-foto dan makan-makan. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Hari itu pun berlalu kayak hari-hari lainnya.

Luar biasa ya. Hidup seseorang, yah..dalam hal ini dua orang, berubah seketika hanya dalam satu hari. Tiba-tiba sudah bukan tanggung jawab mama dan ayah. Tiba-tiba sudah punya tanggungan anak orang. Pasti banyak tiba-tiba yang lain yang akan muncul setelah melewati hari bersejarah itu.

Beberapa hari kemudian ifahpun lagi-lagi kembali ke Bogor, meninggalkan mbaknya yang kini sudah jadi istri orang. Ya, istri suaminya. Iya lah πŸ˜‘

Sudah lebih dari sebulan berlalu sejak hari pernikahan mbak dan masnya. Nampaknya semua bahagia. Grup keluarga pun bertambah 1, grup WA yang isinya hanya kita ber-7, dan grup LINE yang isinya kita ber-7 plus dua orang pria bertitel kakak ipar.

Gitu deh cerita tentang bagaimana akhirnya mbaknya ifah melepas masa single-nya. Halah. Yaaah~ selama mbak hepi, ifah juga hepi.

Jadi, selamat berhepi-hepi ria~