Posted in birthday, caption, crafty, friends

Crochet Project: getting serious

Lately I’ve been into crocheting a lot. 

It started out randomly last month, I was bed-ridden for days before the new year’s eve. I found this unfinished crochet stuff on my mom’s sewing machine. My mom told me she was making a tumbler’s bag and haven’t got any chance to finish it. Since I got nothing to do, I asked my mom to teach me how to crochet. And suddenly I found my self finishing my mom’s tumbler’s bag. Surprisingly, it was kind of fun.

After that, I asked my mom for more yarn and then I crochet away my illness until the new year.

Before I got back to college my mom bought me some crocheting supply. A new hook-pen and some new yarns. 

So I guess that time I’ve decided that crochet is my new kind of thing.

I’ve tried to make some stuffs. Animals head mostly. Rabbit, bear, another bear, another rabbit, bear again, rabbit. I even found out how to make a magic circle by my self and then I realized I could simply googled how. But of course, I stupidly, did not think about that. 

Ears. I have problem with ears. Well, I have problem with all tiny stuffs, but ears are especially a pain. I just don’t understand!!!!!

This is supposed to be a bear. Does it look like a bear? I showed it to some friends and they said it looks like this friend of mine ๐Ÿ˜. Now, everytime I look at it, this friend come across my mind. ๐Ÿ˜‘

And then, I finally face my first ever serious crocheting project.

So, January 11th is Ratih’s birthday~ yeay.. I and Ulfah decided to give a birthday present. We want to buy something, but we don’t have the time to buy it together. So I said I’m gonna make something hand made. We were thinking what would be nice. At first a crochet doll came to mind. But it won’t do anything and doesn’t have any use. Then we decided a wallet would be better. We gave Ratih a wallet as a birthday present 3 years ago and she has been using it ever since. We thought it’s a good time for her to have a new one.

And.. Here I go.

First we picked the colour together. Blue was the chosen one since Ratih doesn’t have a particular favorite for colours. She’s fine with anything. I bought the yarn on the very next day somewhere far away (and got lost in the process, it was stupid and scary and exhausting ๐Ÿ˜ณ).

The chosen yarn

And so, the making process begun.

First I drew the blueprint. It took a while since I wasn’t sure what kind of wallet would be better. What kind of design. Which part should I make first. Aaaah~ it was confusing.

But once I decided, it wasn’t that hard I guess. But I didn’t have all day. It took me 3 days to finish it because I only able to make it at night. 

I worried a lot about how it would turn out. It’s a present so I don’t want it to fail and I got to finished it before the promised day (yesterday). But I got confused a lot. Haaaaaah~ ๐Ÿ˜ฉ it was sort of depressing I guess.

But it should be done. So.. i just keep doing it until it finishes. And when it’s done, despite how it turns out, I should say, I am kind of proud of my self. Hahahah ๐Ÿ˜‚

Ratih’s new wallet. The hand lettering is made by Ulfah.

So, yes.

I’m happy with the result ๐Ÿ˜„

Advertisements
Posted in birthday, caption, event, friends, graduation project, october, school, slice of life, traditional art, water colour

Trio [I]P[B]GII: 7 Years and counting

Apa itu “[I]P[B]GII”?

“[I]P[B]GII” adalah istilah yang dicetuskan oleh Ulfah. Istilah ini merupan persatuan dari 2 buah institusi pendidikan yang pernah (dan masih) kami jadikan sebagai tempat menimba ilmu.
Halah.. Ribet amat fah~

Intinya mah, itu teh maksudnya IPB + PGII gitu. IPB as you know, Institut Pertanian Bogor. Sebuah Perguran Tinggi Negeri yang kampusnya tersebar di seluruh penjuru wilayah Bogor (ini rada lebay, tapi ykwim) dan saat ini dengan bangga ifah nyatakan sebagai Kampus Tercintah~ โค Dan PGII. PGII alias Persatuan Guru Islam Indonesia. Merupakan Yayasan tempat ifah menghabiskan 3 tahun yang (harusnya sih katanya sih) menjadi masa paling indah. 

Jadi ceritanya, trio itu adalah Ifah, Ulfah dan Ratih.

Kami bertiga ketemu di PGII dan ketika lulus kami bertiga diterima kuliah di kampus yang sama. Di IPB.

Pertama kalinya sekolah merantau. Untung aja nggak sendirian.

Selama 4 tahun di IPB kami ber-3 suka cari-cari alasan dan curi-curi kesempatan buat makan bareng dan ngegosip (nggak gosip banget sih..). Pernah juga ajakin warga “[I]P[B]GII” yang lain. Para senior, junior atau yang seangkatan. Tapi hanya 1 kali dan agendanya tidak berlanjut. Susah nentuin jadwal, pada sibuk, lalu menyerah pada keadaan (halah~). Kami ber-3 juga bukannya sering banget kumpul sih. Sekali dua kali, banyak kalinya sih wacana aja. Maklum~ namanya juga mahasiswa.

Hari Senin, tanggal 19 Desember kemaren kami kumpul lagi. Dan kemungkinan besar ini kumpul kami yang terakhir sebagai Mahasiswa di kota hujan ini. Harapannya, kumpul selanjutnya kami sudah jadi Sarjana di kota kembang. Ah ya.. Pas kemaren itu Ulfah udah bukan mahasiswa lagi sih..

Iya..

Jadi kumpul kemaren itu kami merayakan 3 hal yang berbeda. Wacananya sih udah dari 2 bulan lalu buat merayakan 1 hal doang. Baru terealisasi kemaren dan hal yang harus dirayakan sudah bertambah 2.

3 hal yang kami rayakan kemaren: ulang tahun ifah di bulan Oktober, sidang Ratih di bulan November, dan wisuda Ulfah di bulan Desember. Padat sekali agenda kami…

Mereka, ratih dan ulfah, ternyata punya hadiah buat ifah. Hadiah ulang tahun dari 2 bulan lalu.

Birthday Present~ ๐ŸŽ

Itu dia hadiahnya. Sketch book merk Canson yang kabarnya harganya mahal dan kertasnya amazing.

Pas dibuka, ternyata halaman pertamanya sudah terisi

Page One. For me

Itu lettering bikinan ulfah. Itu boneka burung hantu apaan? Iya.. Kenalin, nama dia Bowl, salah satu penghuni kasur ifah. Hadiah ulang tahun dari ulfah dan ratih juga tahun lalu.

Trio “[I]P[B]GII”

Kumpul malam itu harus diakhiri menjelang jam 21.00 karena Ratih ada jam malam.
Besoknya, malam ini.. Ifah memutuskan untuk mencoba gambar di sketch book baru itu.

Posted on Instagram (@ifahoren): Dec 20th, 2016
[caption below]

[KERTAS MAHAL MAH BEDA]

1st page for me

2nd page for you guys~ ๐Ÿ˜—

You have no idea how grateful I am to have such friends that know exactly what I want and what I like.. Bahkan nggak sampai hati meneteskan tinta pertamanya ๐Ÿ˜ข

Hahahah ๐Ÿ˜‚

#abaikanlatarbelakangsepreidansarungbantal

Udah gitu aja..

Makasih gaes~ ๐Ÿช๐Ÿ˜†๐Ÿช

Dan benarlah adanya. Kertasnya memang amazing sekaliiiiii~ ๐Ÿ˜† saking Amazingnya ifah merasa harus bikin 1 posting khusus buat bahas betapa amazingnya sketch book ini.
Intinya, I’m happy with my birthday present ๐Ÿ˜„

Anyway,

Semoga next time kita kumpul.. Well, kita tunggu saja seperti apa nantinya ๐Ÿ˜Š

Posted in birthday, caption, fan art, friends, ootd, school, traditional art, water colour

November Face

Apa ini apa ini ๐Ÿ˜ƒ

Sebenernya ada gambar lain yang bisa dipost. Tapi sekarang. Malam ini. Detik ini.. Pengennya post dua gambar ini ๐Ÿ˜

Dua gambar? Dua orang? Yah apapun disebutnya lah ๐Ÿ˜…

Mbak Jonas

Kenapa namanya mbak jonas? Itu nama samaran~ Nama aslinya nggak ada jonas-jonas-nya sama sekali. Usut punya usut, kabarnya di panggil jonas gegara jaman SMA dulu nge-fans berat sama Jonas Brother. Iya gak mbak? Ifah inget mbak pernah cerita ini di bus ๐Ÿ˜…

Mbak Jonas adalah October Person, tapi jadi November Face karena… Digambarnya bulan November~ (alasan ๐Ÿ˜)

Jadi ceritanya mbak Jonas pernah kode buat gambarin. Tapi kodenya baru nyampe ketika mbak Jonas ngepost gambar rapim terakhir sambil mention ifah. Pada saat itu, kode itu tersampaikan ๐Ÿ˜„

Dan kode yang tersampaikan, harus direalisasikan~ begitulah asal usul dari gambar ini. 

Siapakah Mbak Jonas sesungguhnya?

Mbak Jonas adalah mbak-mbak yang kenalnya gegara kenalan di Ager. Masih misteri bagaimana kisahnya Ifah dan Mbak Jonas bisa saling mengenal (bukan misteri sih.. Emang udah gak inget aja first encounter kita kayak apa ๐Ÿ˜…). Mbak Jonas adalah sekretaris Kementerian Jakgrikom. Pas tau, orang orang udah pada manggil Mbak Jonas aja, tanpa Ifah tau nama asli Mbak Jonas sebenernya siapa. Jadi ikut-ikutan aja manggil Mbak Jonas. Sekarang kalau ada yang manggil Mbak Jonas pake nama aslinya suka nggak ngeh maksudnya teh Mbak Jonas. Kayak misalnya tiba-tiba orang sekret nanya, “Ada yang liat Tyas nggak?” . Terus loading dulu, ada yang namanya Tyas di sini yah? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Weheheh.. Berarti Mbak Jonas brandingnya sukses mbak~

Mister President, Bapak Danang Setiawan yang kemaren (26 November) baru ulang tahun yang ke-23.

Makhluk Hits, Mahasiswa No.1 se IPB raya selama 1 tahun kebelakang. Mungkin sampai hari ini juga masih No.1 karena No.1 yang baru belum mampu menyaingi.

Sebenernya tau Danang udah lama. Gara-gara fakultasnya segedung dan kalau lagi bareng Ira atau Midel suka nyapa-nyapa dulu mereka. Jadi dulu udah sering liat Danang. Tapi saat itu, di mata seorang Ifah, Danang hanyalah anak Fapet yang temennya Ira dan Midel ๐Ÿ˜…

Kemudian tiba-tiba dia nyalon jadi presma bersama wakilnya yang bahkan namanya baru ifah dengar pada saat itu. Di otak ifah, wooh~ temennya Ira sama Midel mau jadi Presma ๐Ÿ˜ฎ

Dan.. Kemudian dia pun beneran jadi Presma.

Kemudian ifah pun akhirnya kenalan sama Danang, gegara di Ager. Figur Danang-pun di mata ifah berubah, menjadi Bapak Presiden Mahasiswa andalan orang-orang.

Sebagai seseorang yang sebelumnya nggak begitu peka terhadap politik kampus #halah , Danang menjadi Presiden Mahasiswa pertama yang benar-benar Ifah sadari keberadaan dan pengaruhnya. Presma sebelum-sebelumnya, ya~ Ifah sebatas cukup tau wajah dan nama aja. Apalagi Presma berikutnya, mungkin nggak akan banyak merasakan kepemimpinannya gegara IFAH AKAN SEGERA LULUS. Gak ada maksud apa-apa sama para Presma se-IPB raya. Tapi inilah kenyataannya ๐Ÿ˜… Mungkin ini efek kerja satu tahun atas nama Kabinet Ager di bawah pimpinan seorang Danang Setiawan.

Tanggal 10 November kemaren, Danang sudah resmi melepas jabatannya sebagai Presiden. Yang demisioner padahal Danang-Mogi doang~ kita mah ngikut aja ๐Ÿ˜ƒ

Anyway, Happy Birthday Mr. President~

Posted in birthday, caption, event, friends, october, photos, slice of life

๐ŸŒป Happiness~ ๐Ÿ‰๐Ÿฉ๐Ÿ’›

Jadi awalnya nggak mau nulis tentang 23 Oktober hanya karena 22 tahun yang lalu ifah lahir ke dunia ini. Banyak kejutan yang terjadi atas nama 23 Oktober. Kejutan warga kantor, kejutan geng-geng hebring, kejutan orang-orang random. Tapi untuk yang satu ini… Ifah merasa berkewajiban untuk mengabadikannya dalam sebuah tulisan. Halah.. 

Tanpa banyak lebay lagi, begini ceritanya..

Yang ini namanya Kemdik. Mau disebut geng.. Ya boleh lah. Tapi agak merusak namanya kalau ditambah embel-embel Geng. Kemdik merupakan singkatan yang tersingkat dari Kementerian Pendidikan Keilmuan dan Prestasi. Nah.. Kebayang kan kalau ditambahin Geng di depannya? Udah Geng, Kementerian pula. Kan jadi nggak keren~

Kementerian ini merupakan bagian dari BEM KM IPB kabinet puding.. eh.. ager-ager… eh.. Ayo Gerak maksudnya. โœŒ

Isinya ada 11 warga, ditambah 4 warga non-official (read: ilegal). Mari kita absen.. Ada Insan, Ifah, Ulan, Ari, Wike, Dana, Rio, Alfi, Golbi, Lilis, Yoga, ditambah Mogi, Umay, Tasya dan Mia.

Okeh~

Jadi singkat cerita, hari Ahad kemaren Ifah milad. Terus seperti tradisi yang sudah diberlakukan selama beberapa bulan kebelakang, kalau ada yang ulang tahun, pura-pura nggak tau aja. Jadilah, warga Kemdik pada tanggal 23 Oktober sunyi senyap bagai tak berjiwa. Enggak deng~ mereka rame ko. As always~ cuma ya nggak ikut heboh selamat selamatan kayak di grup-grup tetangga.

Kita nggak boleh berharap terlalu tinggi, karena kalau harapannya tidak terpenuhi nanti kecewa. Jadi ifah yang sudah hidup 22 tahun ini, tidak berharap apapun kepada warga kemdik, plus mengingat mereka lagi pada sibuk dan banyak urusan. Kalau kata Golbi, politik dua kaki. Jadi 23 Oktober 2016 terlewatkan begitu saja…

Penting untuk Ifah mention, bulan Oktober adalah bulan paling sibuk bagi para ibu-ibu sekretaris dan bendahara karena ini adalah waktunya untuk pengumpulan Laporan Akhir kepengurusan. Dan kebetulan, ibu sekretaris nomer 1 se-BEM KM raya memutuskan bahwa “Deadline LAT tanggal 25 Oktober ya ibuk ibuuuk~”. Alhasil, mau tak mau, Ulan selaku bendahara kemdik pun ngajak kumpul tanggal 24 malam.

“Mbak ifah ntar ke SC yah” Ulan nge-chat di grup BPH.

“Siap! Malam ya aku~” chat Ifah merespon Ulan di grup. Kebetulan hari itu Ifah lagi sok sibuk, jadi harus ke Kampus tetangga. Janjinya jam 19.00 udah di-SC, tapi berkat serunya lalu lintas Kota Bogor, alhasil jam 19.30 Ifah masih duduk manis di pojok angkot di tengah kemacetan Dramaga. Yaaah~ sudah biasa.

Lalu, bapak menteri pun menelepon..

“Ifah dimanaaaa? Ke SC gak?” tanya suara Insan di ujung sana.

“Iyaaa ini masih di angkot maapiiin~” jawab Ifah.

“Insan sekarang mau ke Baranang Siang, ke IPB ICC ngurusin TRI-U. Ifah kalau jadi ke sini sama Ulan aja gapapa kan?” tanya Insan lagi. Bapak menteri ini memang sibuk sekali…

“Iya udah gak papa. Hati-hati Insaaan~”

Beberapa menit kemudian, Ifah sudah sampai di SC. Begitu masuk sekret, wajah-wajah familiar lagi mejeng. Para BPH tentunya sedang bercengkrama, ngurusin Laporan kami-kami dan juga karena Mbak Dwi milad tanggal 24 itu. Jadi abis pada surprise-an mereka. Terbukti ada kue lapis dihias tulisan warna-warni untuk Mbak Dwi masih tersisa pas Ifah sampai. Ada Ulan, pastinya. Dan ternyata ada Ari dan Rio juga. Insan udah nggak ada.. Berarti udah cuss ke BS keknya dia~

Sedikit tentang Rio, dari kemaren dia lagi ada semacam drama gitu. Beberapa kali left group Kemdik. Dimasukin lagi, eh dia left lagi. Di PM ada kenapa, nggak respon. Kan drama banget ya si Om. Dan ternyata drama dia belom kelar. Begitu ifah masuk ruangan, dia pun langsung keluar. Padahal belom juga sempet di sapa. Kenapa coba bocah?

Yasudah lah, berhubung sudah malam juga, mari langsung saja kita tuntaskan tujuan kita yang sesungguhnya datang ke SC ini. Selesain Laporan Akhir kita. 

Beberapa menit berbincang, berdiskusi dan transfer-transfer file dengan Wulan dan Ari, sepertinya Laporan ini akan selesai dengan cepat. Bagus bagus~ 

Kemudian ifah bangkit dari duduk. Merasa butuh ngaca karena berasa kucel abis macet-macetan abis itu lari-lari. Selepas ngaca dan begitu balik badan, wajah-wajah usil tiba-tiba menyerbu masuk dengan segala propertinya. Spiker SC yang dari setadi diam tak bergeming karena disabotase Mogi, tiba-tiba heboh memainkan lagu ulang tahun milik Band entah Band apa Ifah lupa namanya.

Ya Allah.. Apa pula ini.. Batin Ifah begitu sadar situasi dan kondisi. Mana pas banget Ifah lagi berdiri di pojokan, sehingga kesan diserbunya makin berasa. 

Insan yang dikirain udah pergi ke BS, ternyata muncul sambil bawa sekotak donat abon.

“Karena Ifah gak suka coklat, jadi pake donat abon~” katanya nyaris tenggelam oleh riuhnya suara-suara lain.

Rio yang tadi keluar SC dengan dramatisnya, masuk lagi bareng Golbi sambil bawa semangka bulet yang udah disayat-sayat sampai menyerupai Jack O’Lantern. 

Seseorang entah siapa bawa-bawa balon smiley pake topi toga super gede. Do’a biar cepet lulus katanya. Aamiin..

Ada orang lain bawa balon kuning angka 22.

Tiba-tiba Fajar masuk ngegotong Bunga Matahari imitasi yang sejak AGSN udah Ifah incer pengen dijadiin latar belakang buat foto karena bagus banget ๐ŸŒป๐Ÿ˜†

Kayak hectic banget, Ifah nggak inget ada siapa dimana ngapain ngomong apa. Pokonya, itu terjadi dan rasanya bikin pengen buka pintu loker terdekat, masuk loker, terus dikunci dari dalem. Gak paham lagi ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Dan setelah acara tiup lilin – yang dimana lilinnya adalah lilin ajaib yang kalau udah ditiup bisa nyala lagi jadi niupnya kayak berjuta kali sampe napasnya kayak mau abis. ๐Ÿ˜ Nggak deng, lebay. Tapi beneran, pokonya lilinnya ajaib!!  – acara surprise Ifah pun selesai dengan bahagia.

Rasanya… Speechless. Beberapa menit setelahnya ifah masih gatau mau ngomong apa, masih rada jantungan, jadi gak tau mau masang ekspresi apa,, Jadi saudara-saudara.. Beginilah rasanya kalau disurprisein dan sukses surprisenya. ๐Ÿ˜…

Kemudian kita pun fotooo~ yap.. Di depan bunga matahari imitasi yang bagus banget itu.

๐ŸŒป๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐ŸŒป ((minus dana dan alfi ๐Ÿ˜ข))

Heppppi~ banyak alasan untuk heppi malam itu. Setelah hari panjang yang melelahkan dan agak menyebalkan (story for another day, maybe ๐Ÿ˜ž), insiden ini cukup membahagiakan ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š. Jadi yaaa.. Heppiii~

Terus mau pamer~

Donat abon ๐Ÿ˜†
Jack O’Lantern versi Semangka ๐ŸŽƒ vs ๐Ÿ‰

Yehet~

This might sound so ordinary, but for me.. It’s kind of special because the people behind it are also special. And this might sound cheesy, but you are allowed to be cheesy at least once a year, on your birthday. Well today might not be my birthday, but I didn’t get to be cheesy yesterday, so.. Cut me some slack will you? ๐Ÿ˜…

Dan karena kalian telah membuat Ifah yang berumur 22 tahun ini merasa spesial, jadi.. Terimakasih yang spesial dan tidak sedikit untuk kalian semua~

๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Aftermath

Bikin ini selepas pulang dari SC

From Instagram Story~ you know how I like this thing ๐Ÿ’•

Dan ada 1 lagi tradisi ulang tahun Kemdik. Kalau ada yang ulang tahun, kita bikin 1 grup baru yang berisi kita bersemua kecuali si bapak/ibu yang ulang tahun. Buat rencanain surprisenya. Kalau dah selesai surprisenya, yang ulang tahunnya di masukin ke grup dan yang lainnya pun pada left group (atau biasanya, ifah kick biar cepet ๐Ÿ˜…)

Sudah dimasukin di grup dan sudah pada kick~ jadi sendiri~ ini siapa sih yang mulai tradisi ginian ๐Ÿ˜…
Posted in caption, event, friends, inktober, october, random, slice of life, traditional art

Inktober: October 23rd is the day of PRESENTS~!!!!

A bright orange umbrella for a rainy day

The complete package of Dan Brown’s books for my hungry eyes

A watercolour  sketch book for my koi’s companion

A orange pillow for my watermelon pillow’s friend

A brown teddy bear for my tired-of-their-friends-dolls

And a box of candies for my sugar deficiency

I couldn’t ask for more

I couldn’t expect less

Posted in caption, event, friends, inktober, october, photos, slice of life, wedding

Inktober: Marathon 7

The bridesmaid’s job

Ini buat tanggal 18

Kenapa inget?

Karena tanggal 18 adalah walimah Indah.

Indah yang suatu hari nge-WA minta tolong buat ngeditin photo booth. Terus ngerasa aneh, kenapa nggak minta tolong PDD acaranya buat ngeditin. Indah bilang acaranya nggak ada PDD-nya. Terus makin bingung, acara macam apa yang nggak ada divisi PDD-nya?

Ternyata acara walimahan loh sodara-sodara. Dan tanpa kepo lebih panjang, Indah bilang itu acara walimahan dia.

Wow wow woooooow~

Indah cilik yang dulu kenal karena kita tetanggaan di Asrama.

Indah yang tiap ahad pagi berangkat bareng ke Birena waktu masih di Asrama.

Indah yang jadi partner 49 di BPH Birena pas tingkat 2.

Indah yang masih betah jadi BPH ketika ifah udah gak tahan pas tingkat 3.

Iya.. Indah yang itu.

Kini dia sudah tidak single. Kini dia sudah menjadi wanita bersuami. Kini dia sudah menjadi seorang istri.

Dan ifah mendapat kehormatan untuk berfoto bersama Indah di hari terakhirnya menjadi wanita single.

Indah’s last day being a single woman. With ghina~

Dan besoknya, ifah mendapat kehormatan lagi buat menemani Indah di hari pertamanya menjadi wanita tidak single, sepanjang hari!! Yeheeeey~

Indah’d bridesmaids. Ifah, Ghina, Badriah

Barakallah Indah dan Ka Rofi. Semoga bahagia dan dipertemukan kembali di surga ๐Ÿ’•

Posted in caption, digital art, friends, graduation project, school

Wisuda (tapi bukan ifah)

Hari ini kampus tercinta kembali mengadakan wisudaaa~

Kabarnya, wisuda hari ini adalah wisuda periode I bagi angkatan 49. Artinya… Ini adalah wisuda perdana yang ย mewisudai anak 49~ wow wow wooooow

Wisuda kali ini nggak ada yang spesial, karena ifah tidak diwisuda kali ini. Tapi bagi beberapa orang di luar sana, bisa jadi wisuda kali ini adalah wisuda yang spesial. Karena mungkin, hari ini dia diwisuda, atau anaknya diwisuda, atau kakaknya, atau adeknya, atau keponakannya, atau om dan tantenya, atau ayah dan ibunya, atau istrinya, atau suaminya, atau temannya, atau musuhnya, atau pacarnya, atau gebetannya, dan atau atau lainnya, diwisuda hari ini.

Hmmm.. Jadi sebenernya, mungkin wisuda kali ini juga bisa jadi spesial bagi ifah, karena..ย beberapa dari beberapa orang yang menganggap wisuda kali ini spesial, adalah teman ifah~

Teman 1. Eka Fitriani

wp-image-1681845377jpg.jpg

Namanya Eka Fitriani. Secara resmi menjadi anak biologi 49 pertama yang diwisuda. Ketemu eka pertama kali….. Nggak inget. Kenal eka pertama kali…. Nggak inget juga. Ngobrol sama eka pertama kali… Pun nggak inget. Sebenernya sama eka nggak bisa dibilang akrab. Frekuensi ngobrolnya nggak banyak. Nggak pernah hang out bareng juga. Cuma inget waktu praktikum biokimia sekelompok sama eka. Anaknya rajiiiiin banget, kerjanya rapih dan cepet. Super cantik dan anggun. Senantiasa tersenyum dan baik hati serta tidak sombong.

Selamat atas wisudanya eka. Nggak akrab di bio, mungkin di masa depan kita diakrabkan oleh Allah. Siapa tau~

Teman 2. Alfi Nurul Syahidah

wp-image-64058546jpg.jpg

Alfi yang putih, kecil dan imut kayak moci. Kalau nggak ngomong mukanya jutek, kalau udah ngomong nggak bisa berenti. Kalau lagi mager, tidak ada yang bisa menghalau. Kalau lagi semangat, tidak ada yang bisa menghentikan. Apalagi kalau urusannya menyangkut DANUS.

The Queen of DANUS Birena.ย Kalau soal danusan, alfi jagonya.ย 

Kenal alfi di Birena. Terus, udah deh. Birena mempersaudarikan kita~ heheheh.

Jadi akhwat pertamaย di keluarga Sawah Birena yang diwisuda. Nice fiiii~ ๐Ÿ‘

Teman 3. Rahmat Hidayat

wp-image-519874375jpg.jpg

Rahmat, dimana ada rahmat, di situ ada ajiz. Loh.. Muncul nama ajiz. Nggak boleh bahas ajiz di sini, ajiz belum wisuda soalnya~ hahahah.

Rahmat.. Hemmm apa ya tentang rahmat??

Rahmat juga kenal di Birena. Waktu tahun pertama di Birena, Rahmat anak prokas. Dulu Rahmat jadi ketua pelaksana Ngarojong ka Lembur. Abis itu… Rahmat jadi Kabid FP. Lalu.. Rahmat menjadi satu di antara dua orang anak 49 yang menjadi anggota PSDM. Ini suatu gebrakan besar!!! Dan kini, rahmat menjadi Kabid PSDM.

Begitulah sepak terjang Rahmat yang bisa ifah ingat ๐Ÿ˜…. Maaf Rahmat, ifah nggak begitu punya banyak kenangan (halah) tentangย Rahmat. Ifah hanya ingat kita pernah maksimal banget waktu danus tajil Ramadhan pas tingkat 2. Itu kocak ๐Ÿ˜‚

Walau sudah wisuda, jangan lupa masih jadi Kabid PSDM. Jangan hilang dulu karena kita belum demisioner~ heheheh..

Teman 4. Tri Fauzi Nurhuda

wp-image-682163501jpg.jpg

Bisa kenal sama oji adalah suatu keajaiban. Dipertemukan di suatu kepanitiaan yang nggak kalah ajaibnya, saat sudah menyandang gelar sebagai mahasiswa tingkat akhir.

Oji, suatu hari datang di bawa oleh Fadli (siapa dia?) untuk join di tim kita. Jadi satu-satunya orang di tim yang bukan anak AGer. Pasti kadang-kadang Oji roaming sama obrolan kita. Maafin ya Oji. Tapi Oji cepat akrab sama kita. Bahkan saat pertama kali ketemu di PKM Centre, langsung enak diajak ngobrol. Ternyata Oji adalah pendahulu ifah di Kemdik. Sesepuh. ์„ ๋ฐฐ. Hahahah~ Pertama kali ifah dikenalkan ke Oji sebagai “sekretarisnya Insan” (ini juga siapa?).

Oji yang selalu belain ifah kalau lagi diomelin. Oji yang senantiasa gercep dan suka tiba-tiba muncul entah dari mana. Oji yang terus semangat menghadapi segala interview. Oji yang pasti bisa diandalkan.

Walau baru terhitung bulan kenal sama Oji, banyak kejadian seru yang sudah dilewati bersama Oji. Ifah merasa beruntung bisa kenal sama Oji.

Oji yang selama kepanitiaan selalu satu langkah di depan kita, kini sudah 2 sampai 3 langkah lagi lebih jauh.ย Jangan lari cepet-cepet ji, susah ngejarnya ๐Ÿ˜….ย 

Selamat wisuda Oji. Semangat bisnisnya. Semoga sukses dan jangan lupa dateng kalau giliran ifah wisuda~

๐Ÿ’›๐Ÿ’›๐Ÿ’›

Itulah beberapa teman ifah yang telah melewati spesialnya hari ini.

Pas tadi keliling keliling di sekitar GWW, ternyata ada beberapa teman lain juga yang wisuda hari ini dan ifah baru tau tadi.

Ada putri sofhia, teman sekelas waktu kelas 7. Ada silmi, teman SD yang sebenernya waktu SD nggak pernah ngobrol sama sekali.

Selamat wisuda kalian~

Dan selamat wisuda bagi semua orang yang merasa telah diwisuda hari ini~ ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Kalian semua luar biasa.

Posted in caption, friends, photos, school, slice of life

Colloquium

Saya gatau dFotor_145993643800748an agak nggak peduli juga definisi Internasional dari “Colloquium” itu sebenarnya apa. Tapi berdasarkan kamus besar Departemen Biologi IPB yang mungkin atau juga tidak mungkin akan di tulis oleh saya sendiri, Colloquium atau Kolokium adalah kegiatan super penting yang akan mendekatkan diri anda kepada kelulusan. Kegiatan ini berupa presentasi rencana penelitian anda yang disertai sesi tanya jawab dengan para audiens. Kegiatan ini tidak akan tercapai kalau anda tidak memiliki setidaknya 20 orang teman yang rela memberikan 20 menit dari waktunya yang berharga hanya untuk mendengarkan anda berbicara di depan kelas walau belum tentu mereka benar-benar peduli pada apapun itu yang anda bicarakan.

Saya, melalui kolokium ini, telah membuktikan, bahwa setidaknya saya memiliki 20 orang teman yang rela melakukan hal tersebut. Saya bersyukur.

Beberapa hari yang lalu (lebih tepatnya 5 hari yang lalu) saya akhirnya melangsungkan kolokium. Ya.. AKHIRNYA. Demi melangsungkan hal ini, saya telah melewati bulan-bulan penuh perjuangan dan kebaperan. Ada tepatnya 99 mahasiswa Biologi 49. Sampai tanggal 6 April 2016, tercatat 97 orang telah melangsungkan kolokium. Itu artinya tersisa 2 orang lagi yang belum juga melangsungkan kolokium. Saya dan seorang lagi. Saya nyaris menjadi orang terakhir yang melangsungkan kolokium kalau kemaren saya gagal lagi kolokium. Tapi tidak… kali ini saya berhasil.

Penelitian saya tentang…

Ah… NGGAK JADI!
jangan ngomong jorok disini! jangan bahas itu disini!!
Pokonya kamu udah selelsai kolokium fah. Untuk sekarang, itu yang PENTING!!

anyway, tulisan ini dibuat untuk semua pihak yang telah berpartisipasi dalam rangka menyukseskan Kolokium saya tanggal 7 kemaren itu. Untuk mas-mas fotokopian makaira yang dengan lihainya telah ngeprinin naskah kolokium saya dengan sangat cantik, ibu dan mas TU yang udah daftarin saya kolokium dan bantuin ngomong ke koordinator kolokium, super kue yang ‘menyediakan’ suguhan di hari H, kedua dosen pembimbing saya yang cantik jelita tiada tara, ibu moderator yang nggak banyak komen soal presentasi saya, dan tentunya teman-teman semua yang rela jauh-jauh ke Fapet dan naik pula ke Lantai 5 hanya untuk menyaksikan saya ngomong di depan kelas selama 20 menit. Terima kasih untuk kalian semua.

Juga buat geng de Taura, beribu cinta untuk do’a-do’a yang kalian ketik di grup WA kita. Dan buat mama yang setia menanti hasil selfie pasca kolokiumnya.

Ini baru kolokium, tapi makasih-makasihnya udah kayak menang piala oscar.

Fotor_146003533841684
Aftermath Photo

 

Diajak foto padahal masih blank itu sama sekali nggak keren..
Tapi kalian lah yang telah memberikan kekuatan ketika kaki ini sangat leleus selepas kolokium.
untuk itu, sekali lagi.. Terima kasih ^_^

Posted in caption, friends, ootd, slice of life, traditional art, water colour

Makrab loh

makasih loh~
20 Maret 2016. Soaked

Singkat cerita, Ifah kini bagian dari Kemdik.
Apa itu Kemdik?
Itu cerita lain.. disini hanya akan ada cerita dibalik gambar di atas

Jadi ceritanya kemaren (kemareeeeen banget, semacam sebulan yang lalu karena sekarang udah ganti bulan juga~), Ifah ikut MAKRAB!
Makrab adalah singkatan dari Malam Keakraban
Sebenernya ini ceritanya rahasia, karena nggak ada yang tau Ifah kemaren ikut makrab (bohong! semua orang tau kamu ikut makrab!! BOHONG LAGI! Nggak semua orang kaaan?!)
Iya, jadi topik makrab itu sebenernya agak tabu karena seumur-umur kalau minta izin ikut makrab suka gak dibolehin wae sama mama. Beda loh, kalau judulnya mabit, mama pasti bolehin.. kalau makrab “birokrasi”nya suka agak lama, Hahahah~ ๐Ÿ˜€
Pokonya, kali ini Ifah sukses ikut Makrab, 2 days and 1 night (kayak Reality Show Korea aja), bareng sama anak-anak Kemdik dan IM

Jadi, Kemdik dan IM ini bersahabat. IM adalah sahabat Kemdik dan Kemdik adalah sahabat IM. Kita bukan keluarga, karena kata Mogi (siapa dia?)… anyway, kata Mogi kalau keluarga nggak bisa nikah.. TERUS??? XDXDXD (abaikan ya). Nggak kok, dalam kondisi tertentu kita juga bisa jadi keluarga. Kita seharmonis Keluarga Cemara yang dulu suka muncul di tipi (ketauan walasnya deh)

Jadi kemaren makrabnya itu di daerah Gunung Bunder, di suatu villa yang Ifah lupa namanya. Intinya, villa nya ada Kolam Renangnya. Iya, Kolam Renang itu intinya karena si Kolam Renang ini memegang peran yang penting dalam cerita ini.

Jadi ceritanya kita sampai di villa itu sekitar Maghrib. Kita kesana naik angkot, nyarter. Kemdik dan IM muat 2 angkot saja, karena kita langsing dan nggak rempong. Jalan menuju villa nya.. aku nggak inget. Pokonya ada bagian yang muter muternya gitu. Ifah berasumsi mungkin karena lokasi villanya di Gunung Bunder jadi jalannya muter. Kayak lamaaaaa banget… Nyampe sana kita menyaksikan sunset yang berwarna oren. Iya.. ini penting, karena langitnya difoto pake HP Alfi buat jadi laporan ke Insan bahwa kita sudah sampai dengan selamat.

Jadi begitu kita sampai, kita langsung shalat Maghrib, naro barang di kamar masing-masing, terus naik ke saung yang di lantai atas (yang juga merupakan kamar anak cowok) buat makan malam dan Opening Ceremony. Layaknya Opening Ceremony dimanapun juga, pasti ada yang namanya sambutan. Karena orang yang seharusnya jadi perwakilan Kemdik belom datang (read: Insan) akhirnya….. sudah… tidak perlu dilanjutkan.

Jadi sebenernya rencananya kita malam itu mau ada Post post game gitu. Nanti di akhir postnya bakal ada pengukuhan yang dipimpin oleh Mogi (wah nama ini muncul lagi). Niatnya pengukuhannya mau pake lilin lilin biar romantis gitu. Tapi ternyata jatohnya mistis karena lampu di sekitar kita MATI semua dalam rangka Earth Hour. Ifah yang lagi tugas megang kamera jadi rada cemas gitu takut ada hal hal tidak enak yang muncul di kamera. Jadi nge-shootnya sambil merem-merem (ini alibi karena ngantuk).

Jadi kapan kolam renangnya muncul?! Oke.. ini muncul sekarang

Jadi pas malam itu mau tidur, Ifah ngecek kolam renang dan ada Kodok lagi berenang disana. Oh my~

Jadi walau namanya malam keakraban, sebenernya malam itu dihabiskan dengan mengakrabkan diri dengan kasur di villa itu. hahah. Posisi tidurnya agak aneh, terus disebelah kanan ada Ulan di kiri ada Ari. Pas Ulan bangun pagi, Ifah kebangun juga, Ulan pergi, Ifah tidur lagi. Terus Ari bangun, Ifah kebangun juga, Ari pergi, Ifah tidur lagi. Akhirnya bangun benerannya karena suara Insan yang teriak dari atas ngajakin Ramen (Rapat Kementerian) dadakan.

Jadi akhirnya terjadi juga lah Ramen yang sudah ditunggu-tunggu di tempat yang berbeda dari biasanya. Di dalam saung, di alam terbuka, dengan pemandangan rerumputan hijau dan backgroud gugunungan. Nah.. abis Ramen kita dipanggil buat sarapan (kocak yang manggil buat sarapannya Agung sama Rizki, kakuuuu banget, kayak manggil dosen). Abis sarapan, kita senam abis itu games lagi. Kali ini Kemdik juga ikut gamesnya (kalau semalem Kemdik jaga post doang). Nah… ini dia inti dari ceritanya.

Jadi salah satu dari game-nya itu adalah kita harus masukin air ke baskom secara berantai. Tapi gelas yang dipake buat mindahin airnya itu udah dibolongin. Dan !!!! Dan estafet airnya harus di atas kepala. Ya basah udah itu mah… Untung kelompok kita kebagian game itu terakhir.
TAPI!!! Karena udah “terlanjur” basah, kemudian ada orang yang sok ide “nyebur aja sekalian”. Awalnya itu, sebelum game dimulai anak-anak Kemdik ceritanya ngisengin Insan (iseng bukan sih nih). Akhirnya insan diceburin ke kolam. Terus masuk kolam, keluar-keluar gak pake kaca mata. Golbi sok baik gitu (jahat banget ini bahasanya XD) ikut-ikut liat kedalem kolam kayak bantuin nyari. Eh.. sama Lilis di dorong. Jadi nyebur jugalah Golbi itu. Dalam proses game tadi, Wike, Lilis, Alfi dan Yoga juga kena basah. Tapi mereka basahnya udah maksimal. Akhirnya, selepas semua game selesai Tasya dan Lilis sekongkolan nyeburin Ifah ke kolam juga. Iya.. kolam yang itu. Yang tadi semalem ada kodok berenangnya. DEMI APAPUN. Begitu di tengah kolam dan berhasil kembali ke permukaan (kayak apa deh ni =,=) agak loading dulu bentar. “ini.. serius gue basah??” kayak orang bego. Sadar pas liat Insan nyuruh cepetan keluar dari kolam (Kenapa ya ini tapi? Lupa… ^^”). Langsunglah itu.. buru-buru keluar… jadi orang pertama yang bersih-bersih.. dan jadi orang pertama kering lagi. Pas keluar udah rapih, semua orang masih nongkrong di pinggir kolam. “Berjemur” katanya XD. Ada aja yang nyeletuk “Eh, kak Ifah masih kering?! Sini diceburin dulu!!!” hadeeeuuuh~ suka kelewat inisiatif mereka ini kadang-kadang. Sekalinya menyanggupi ikut Makrab, keluar-keluar kayak tikus got XD. hhhhh~ sampai lelah kalau inget kejadiannya.. hahahahah~

Jadi, begitulah kisah dibalik gambar tersebut. Hmmm… sekarang pikir 1000 kali kalau mau makrab. Terutama cari tau tempat makrabnya ada Kolam Renangnya nggak.. kalau ada.. nah itu.. ati-ati aja~

Nah… sekarang pertanyaannya adalah..

Jadi berapa kata jadi yang ifah pake untuk post ini?? Kenapa semua paragraf awalnya pake Jadi?? Ini repetisi yang tidak penting!! Mohon di abaikan XD