Posted in caption, ootd, random, traditional art, water colour

Hello sunshine~ 🌻

wp-image-1092032080jpg.jpg

Apa ini?

Yak.. Ini adalah gambar saya yang telah saya edit sedemikian rupa sehingga layak dijadikan Profile Picture beberapa media sosial yang aktif saya gunakan dan juga layak untuk saya publish di sini.

Heheheheh…

Apa kisah di balik gambar itu?

Nggak ada… Nggak ada kisah apapun yang spesial.

Saya selalu menyukai bunga matahari. Beberapa hari yang lalu saya melihat bahan dekorasi untuk acara kampus yang disimpan di SC. Bahan dekorasi itu adalah bunga matahari yang dilukis diatas papan kayu besar. Besar sekali seukuran pintu SC mungkin dan juga bagus sekali. Entah siapa yang buat.. Pokoknya bagus.

Sejak melihat itu, saya jadi kepikiran terus. Kemudian ketika sedang iseng-iseng gambar.. Tercetuslah ide untuk gambar di atas.

Sekarang, gambar aslinya, yang apa adanya dan nggak pake acara di edit dulu, tertempel di dinding kamar saya.

Dia menjadi gambar terhormat karena secara resmi telah menjadi dekorasi perdana di dinding kamar saya.

Posted in caption, friends, ootd, slice of life, traditional art, water colour

Makrab loh

makasih loh~
20 Maret 2016. Soaked

Singkat cerita, Ifah kini bagian dari Kemdik.
Apa itu Kemdik?
Itu cerita lain.. disini hanya akan ada cerita dibalik gambar di atas

Jadi ceritanya kemaren (kemareeeeen banget, semacam sebulan yang lalu karena sekarang udah ganti bulan juga~), Ifah ikut MAKRAB!
Makrab adalah singkatan dari Malam Keakraban
Sebenernya ini ceritanya rahasia, karena nggak ada yang tau Ifah kemaren ikut makrab (bohong! semua orang tau kamu ikut makrab!! BOHONG LAGI! Nggak semua orang kaaan?!)
Iya, jadi topik makrab itu sebenernya agak tabu karena seumur-umur kalau minta izin ikut makrab suka gak dibolehin wae sama mama. Beda loh, kalau judulnya mabit, mama pasti bolehin.. kalau makrab “birokrasi”nya suka agak lama, Hahahah~ 😀
Pokonya, kali ini Ifah sukses ikut Makrab, 2 days and 1 night (kayak Reality Show Korea aja), bareng sama anak-anak Kemdik dan IM

Jadi, Kemdik dan IM ini bersahabat. IM adalah sahabat Kemdik dan Kemdik adalah sahabat IM. Kita bukan keluarga, karena kata Mogi (siapa dia?)… anyway, kata Mogi kalau keluarga nggak bisa nikah.. TERUS??? XDXDXD (abaikan ya). Nggak kok, dalam kondisi tertentu kita juga bisa jadi keluarga. Kita seharmonis Keluarga Cemara yang dulu suka muncul di tipi (ketauan walasnya deh)

Jadi kemaren makrabnya itu di daerah Gunung Bunder, di suatu villa yang Ifah lupa namanya. Intinya, villa nya ada Kolam Renangnya. Iya, Kolam Renang itu intinya karena si Kolam Renang ini memegang peran yang penting dalam cerita ini.

Jadi ceritanya kita sampai di villa itu sekitar Maghrib. Kita kesana naik angkot, nyarter. Kemdik dan IM muat 2 angkot saja, karena kita langsing dan nggak rempong. Jalan menuju villa nya.. aku nggak inget. Pokonya ada bagian yang muter muternya gitu. Ifah berasumsi mungkin karena lokasi villanya di Gunung Bunder jadi jalannya muter. Kayak lamaaaaa banget… Nyampe sana kita menyaksikan sunset yang berwarna oren. Iya.. ini penting, karena langitnya difoto pake HP Alfi buat jadi laporan ke Insan bahwa kita sudah sampai dengan selamat.

Jadi begitu kita sampai, kita langsung shalat Maghrib, naro barang di kamar masing-masing, terus naik ke saung yang di lantai atas (yang juga merupakan kamar anak cowok) buat makan malam dan Opening Ceremony. Layaknya Opening Ceremony dimanapun juga, pasti ada yang namanya sambutan. Karena orang yang seharusnya jadi perwakilan Kemdik belom datang (read: Insan) akhirnya….. sudah… tidak perlu dilanjutkan.

Jadi sebenernya rencananya kita malam itu mau ada Post post game gitu. Nanti di akhir postnya bakal ada pengukuhan yang dipimpin oleh Mogi (wah nama ini muncul lagi). Niatnya pengukuhannya mau pake lilin lilin biar romantis gitu. Tapi ternyata jatohnya mistis karena lampu di sekitar kita MATI semua dalam rangka Earth Hour. Ifah yang lagi tugas megang kamera jadi rada cemas gitu takut ada hal hal tidak enak yang muncul di kamera. Jadi nge-shootnya sambil merem-merem (ini alibi karena ngantuk).

Jadi kapan kolam renangnya muncul?! Oke.. ini muncul sekarang

Jadi pas malam itu mau tidur, Ifah ngecek kolam renang dan ada Kodok lagi berenang disana. Oh my~

Jadi walau namanya malam keakraban, sebenernya malam itu dihabiskan dengan mengakrabkan diri dengan kasur di villa itu. hahah. Posisi tidurnya agak aneh, terus disebelah kanan ada Ulan di kiri ada Ari. Pas Ulan bangun pagi, Ifah kebangun juga, Ulan pergi, Ifah tidur lagi. Terus Ari bangun, Ifah kebangun juga, Ari pergi, Ifah tidur lagi. Akhirnya bangun benerannya karena suara Insan yang teriak dari atas ngajakin Ramen (Rapat Kementerian) dadakan.

Jadi akhirnya terjadi juga lah Ramen yang sudah ditunggu-tunggu di tempat yang berbeda dari biasanya. Di dalam saung, di alam terbuka, dengan pemandangan rerumputan hijau dan backgroud gugunungan. Nah.. abis Ramen kita dipanggil buat sarapan (kocak yang manggil buat sarapannya Agung sama Rizki, kakuuuu banget, kayak manggil dosen). Abis sarapan, kita senam abis itu games lagi. Kali ini Kemdik juga ikut gamesnya (kalau semalem Kemdik jaga post doang). Nah… ini dia inti dari ceritanya.

Jadi salah satu dari game-nya itu adalah kita harus masukin air ke baskom secara berantai. Tapi gelas yang dipake buat mindahin airnya itu udah dibolongin. Dan !!!! Dan estafet airnya harus di atas kepala. Ya basah udah itu mah… Untung kelompok kita kebagian game itu terakhir.
TAPI!!! Karena udah “terlanjur” basah, kemudian ada orang yang sok ide “nyebur aja sekalian”. Awalnya itu, sebelum game dimulai anak-anak Kemdik ceritanya ngisengin Insan (iseng bukan sih nih). Akhirnya insan diceburin ke kolam. Terus masuk kolam, keluar-keluar gak pake kaca mata. Golbi sok baik gitu (jahat banget ini bahasanya XD) ikut-ikut liat kedalem kolam kayak bantuin nyari. Eh.. sama Lilis di dorong. Jadi nyebur jugalah Golbi itu. Dalam proses game tadi, Wike, Lilis, Alfi dan Yoga juga kena basah. Tapi mereka basahnya udah maksimal. Akhirnya, selepas semua game selesai Tasya dan Lilis sekongkolan nyeburin Ifah ke kolam juga. Iya.. kolam yang itu. Yang tadi semalem ada kodok berenangnya. DEMI APAPUN. Begitu di tengah kolam dan berhasil kembali ke permukaan (kayak apa deh ni =,=) agak loading dulu bentar. “ini.. serius gue basah??” kayak orang bego. Sadar pas liat Insan nyuruh cepetan keluar dari kolam (Kenapa ya ini tapi? Lupa… ^^”). Langsunglah itu.. buru-buru keluar… jadi orang pertama yang bersih-bersih.. dan jadi orang pertama kering lagi. Pas keluar udah rapih, semua orang masih nongkrong di pinggir kolam. “Berjemur” katanya XD. Ada aja yang nyeletuk “Eh, kak Ifah masih kering?! Sini diceburin dulu!!!” hadeeeuuuh~ suka kelewat inisiatif mereka ini kadang-kadang. Sekalinya menyanggupi ikut Makrab, keluar-keluar kayak tikus got XD. hhhhh~ sampai lelah kalau inget kejadiannya.. hahahahah~

Jadi, begitulah kisah dibalik gambar tersebut. Hmmm… sekarang pikir 1000 kali kalau mau makrab. Terutama cari tau tempat makrabnya ada Kolam Renangnya nggak.. kalau ada.. nah itu.. ati-ati aja~

Nah… sekarang pertanyaannya adalah..

Jadi berapa kata jadi yang ifah pake untuk post ini?? Kenapa semua paragraf awalnya pake Jadi?? Ini repetisi yang tidak penting!! Mohon di abaikan XD