Posted in caption, event, friends, inktober, october, photos, slice of life, wedding

Inktober: Marathon 7

The bridesmaid’s job

Ini buat tanggal 18

Kenapa inget?

Karena tanggal 18 adalah walimah Indah.

Indah yang suatu hari nge-WA minta tolong buat ngeditin photo booth. Terus ngerasa aneh, kenapa nggak minta tolong PDD acaranya buat ngeditin. Indah bilang acaranya nggak ada PDD-nya. Terus makin bingung, acara macam apa yang nggak ada divisi PDD-nya?

Ternyata acara walimahan loh sodara-sodara. Dan tanpa kepo lebih panjang, Indah bilang itu acara walimahan dia.

Wow wow woooooow~

Indah cilik yang dulu kenal karena kita tetanggaan di Asrama.

Indah yang tiap ahad pagi berangkat bareng ke Birena waktu masih di Asrama.

Indah yang jadi partner 49 di BPH Birena pas tingkat 2.

Indah yang masih betah jadi BPH ketika ifah udah gak tahan pas tingkat 3.

Iya.. Indah yang itu.

Kini dia sudah tidak single. Kini dia sudah menjadi wanita bersuami. Kini dia sudah menjadi seorang istri.

Dan ifah mendapat kehormatan untuk berfoto bersama Indah di hari terakhirnya menjadi wanita single.

Indah’s last day being a single woman. With ghina~

Dan besoknya, ifah mendapat kehormatan lagi buat menemani Indah di hari pertamanya menjadi wanita tidak single, sepanjang hari!! Yeheeeey~

Indah’d bridesmaids. Ifah, Ghina, Badriah

Barakallah Indah dan Ka Rofi. Semoga bahagia dan dipertemukan kembali di surga πŸ’•

Advertisements
Posted in caption, digital art, family, fashion, ootd

Baju Cantik dan Wajah Bahagia (part 2)

Kalau ada yang pernah baca “Baju Cantik dan Wajah Bahagia Part 1”, kemungkinan sudah tau kemana post ini akan berujung.

Kalau belum.. Β Here you go..

Boleh di klik, nggak juga gapapa.

Anyway, di post itu ifah menceritakan tentang “the so called baju cantik” alias baju brides-maid sepanjang masa yang dimiliki oleh keempat anak perempuan di keluarga ifah.

Karena kedua mbak ifah sudah menikah, ifah jadi punya 2 setel outer pasangan si baju cantik itu.

Yang kedua sudah sempat dikisahkan (halah) dan digambarkan di post yang kemaren, dan itu membuat ifah ingin bikin untuk yang pertama!!!

And soooo~ ifah did..

bridesmaid2-copy.jpg.jpg

Ada sedikit ‘penyesuaian’ yang ifah lakukan pada gambar tersebut dikarenakan skill ifah yang masih abal.

Penyesuaian yang pertama adalah jilbabnya, seharusnya motifnya bunga-bunga warna ungu. Yang kedua adalah sepatunya, seharusnya bling-bling kayak sisik ikan dengan heels setinggi 5 cm. Wow.

I should say.. Walaupun ifah lebih suka setelan yang ke-2, tapi gambar yang ini lebih bagus.. Hmmm (no shame at all complementing my own work. Whateverrr~ πŸ˜‚)

Yes yes..

Outernya warna ungu karena mbak ifah yang pertama ini seorang purple-holic. Dia semacam versi ungu dari ifahoren atau justru ifah adalah versi orennya dari dia (what?). Entahlah.

Kalau wedding mbak yang kedua kemaren temanya peach-coral-unyu-unyu. Kalau wedding mbak yang pertama temanya ungu-ungu-ungu-ungu-silver. Very winter like ❄❄❄

Serius deh, bahkan wedding souvenirnya aja kue putri salju yang shape-nya snow flakes gitu~

Sekian tentang baju cantik yang ini~

Posted in caption, digital art, family, fashion

Baju Cantik dan Wajah Bahagia (Part 1)

Judulnya boleh dimanipulasi jadi wajah cantik dan baju bahagia. Boleh aja silakan. Tergantung situasi dan preferensi. 😏

Jadi ceritanya, anak-anak cewek di keluarga ifah punya 1 baju yang khusus dikeluarkan dari lemari kalau kita harus jadi bridesmaid. Dan karena sepanjang sejarah, baru 2 kali ifah harus jadi bridesmaid, maka baju itu baru keluar dari lemari sebanyak 2 kali.

Ide ini muncul ketika mbaknya ifah yang pertama menikah. Saat sedang mencari solusi bagaimana cara menghemat budget pernikahan seumur hidup. Maka kami, para cewek-cewek yang memang sumber terbesar pengeluaran pun berinovasi.

Baju bridesmaid sepanjang jaman.

Bajunya sederhana. Long dress berlengan panjang warna silver dari bahan satin tanpa hiasan tanpa lukisan. Masing-masing punya satu. Idenya adalah, baju itu akan dipakai setiap anak di keluarga ini ada yang menikah. Tinggal di tambahkan outer yang sesuai wedding theme plus jibab yang senada.

Jadi baju ini harus bertahan sampai nanti anak ke-5 di keluarga ini menikah.

Ketika mbak yang pertama menikah, pasangan dari baju ini adalah blazer panjang button-less warna ungu plus jilbab putih motif bunga warna ungu.

Dan ketika mbak yang kedua menikah, bulan lalu, pasangan baju ini adalah outer warna peach dengan bahan semacam lace di bagian atas dengan terusan tutu-skirt. Yang design mbak yang pertama. Design dan jahitnya di Malang, jadi kita sama sekali nggak liat bentuk jadinya sampai akhirnya mbaknya datang ke Bandung pada H-1 hari pernikahan. Di Bandung sudah disiapkan jilbab pasangannya, pashmina instan yang kita pikir warnanya senada. Tapi ternyata setelah disandingkan di kehidupan nyata. Nggak matching πŸ˜….

Tapi kita bodo amat. The wedding must go on.

wp-image-774823485jpg.jpg

Ini kira-kira penampakan baju yang kedua.

Ifah jadi pengen bikin yang pertama.. 😐

Oke mari kita agendakan πŸ˜…

Personally, ifah lebih suka baju yang kedua. Karena tampak unyu dan kalau kena angin tutu-skirtnya kayak terbang-terbang gitu. Aslinya tutu-skirtnya panjang banget dan menyapu lantai.

Gambar ini warnanya sudah disesuaikan sehingga outer sama jilbabnya tampang matching. Hahahah πŸ˜…

Anyway, kalau ifah akan nikah artinya ifah musti siapain design buat outer yang ke-3.

Pertanyaannya adalah…

Ifah, apakah kamu akan menikah?

Posted in caption, digital art, family, fashion

Wedding

Omaigat omaigat

Ini kayaknya judul paling kontroversial yang pernah ifah bikin!!!! (Who cares~? πŸ˜‘)

Biar ifah klarifikasi. Ini bukan mau sebar undangan walimahan ifah atau siapapun. Ini cuma mau nge-post gambar ini..

bride-bana-hhh-copy.jpg.jpg

Siapa ituh?!

Yang pasti, bukan ifah πŸ˜…

Itu mbak-nya ifah yang ke-2. Mbak ifah ada 2. Yang 1 udah nikah pas ifah tingkat 1 atau 2 gituh… Lupa. Yang 2 baru saja menikah bulan lalu~

Yeay…

Belum sempat bilang selamat sama mbaknya. Aneh gak sih bilang, “selamat ya mbak udah nikah~” ke kakak sendiri?? Ifah merasa itu aneh. Waktu mbak yang 1 nikah kayaknya nggak bilang gituh..

Jadiiii.. Ifah pun bikin ini untuk menyelamati mbaknya. Hahahahahahahah~

Mbaknya menikah dengan seorang pria yang tidak ifah kenal. Yah.. Sesungguhnya ifah emang gak pernah kenal sama siapapun calon mbak ifah sih. Dari jaman mbak yang 1 juga, baru kenal ketika akhirnya calonnya datang ke rumah untuk ngelamar mbaknya. Mbaknya yang ke-2 ini juga sama seperti itu kasusnya.

Kejadiannya gini.

Ifah lagi di kampus, tiba-tiba mbaknya yang jarang nge-WA ini tiba-tiba nge-WA. Dan dengan santainya nge-chat

“Fah, tanggal XX pulang yah. Mbak mau lamaran..”

WHAT?!

Siapa yang gak bakal teriak WHAT kalau tiba-tiba kakaknya tanpa angin tanpa hujan tanpa petir tanpa geledek bilang ada yang mau ngelamar. Pertanyaan yang sudah jelas akan ditanyakanpun terlontar.

“WHAT?! Tiba-tiba aja?! Sama siapa mbak??”

Lalu mbak pun menyebut sebuah nama yang asing.

And I was like, who the heck is that??? 😱

Seketika chat-room itu berubah menjadi interogation-room. Siapa dia? Dari mana datangnya? Nemu dimana? Orangnya kayak apa? ID Instagramnya apa? Bisa di stalking nggak?

Dan ternyata… Satu-satunya info penting yang bisa ifah dapatkan dari chat itu adalah..tanggal ulang tahun masnya sama kayak ifah. Wow. 😐

Anyway, dengan informasi yang secuil itu, ifah pun pulang demi bertemu sang calon. Calon mbaknya maksudnya…

Begitu sampai di rumah, introgasi berlanjut. Akhirnya sama mbaknya, ifah diajakin stalking FB masnya.

Hmmm…. Baiklah. Masnya tidak tampak mencurigakan.

Lalu, terjadi lah hari yang ditunggu.

Masnya datang ke rumah bersama keluarganya. Ini jadi pertemuan perdana ifah dengan masnya.

Inikah yang disebut lamaran? Ifah nggak inget waktu mbak yang pertama lamaran kek mana. Kayaknya serupa-serupa ini juga. Bapak ibu saling ngobrol. Kita anak-anak diem aja sambil menikmati hidangan yang kita masak sendiri.

Lamaran yang ternyata sekedar menyampaikan niat baik pun berakhir. Lancar dan damai. Ifah pun kembali ke bogor dengan tentram.

Pertemuan berikutnya ifah dengan masnya adalah di hari pernikahannya. Ifah baru pulang lagi H-1 hari pernikahan. Semua sudah direncanakan. Ifah tinggal hadir pakai baju cantik dan pasang wajah bahagia.

Dan itulah yang ifah lakukan. Hadir pakai baju cantik dan pasang wajah bahagia. Tidak lupa foto-foto dan makan-makan. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Hari itu pun berlalu kayak hari-hari lainnya.

Luar biasa ya. Hidup seseorang, yah..dalam hal ini dua orang, berubah seketika hanya dalam satu hari. Tiba-tiba sudah bukan tanggung jawab mama dan ayah. Tiba-tiba sudah punya tanggungan anak orang. Pasti banyak tiba-tiba yang lain yang akan muncul setelah melewati hari bersejarah itu.

Beberapa hari kemudian ifahpun lagi-lagi kembali ke Bogor, meninggalkan mbaknya yang kini sudah jadi istri orang. Ya, istri suaminya. Iya lah πŸ˜‘

Sudah lebih dari sebulan berlalu sejak hari pernikahan mbak dan masnya. Nampaknya semua bahagia. Grup keluarga pun bertambah 1, grup WA yang isinya hanya kita ber-7, dan grup LINE yang isinya kita ber-7 plus dua orang pria bertitel kakak ipar.

Gitu deh cerita tentang bagaimana akhirnya mbaknya ifah melepas masa single-nya. Halah. Yaaah~ selama mbak hepi, ifah juga hepi.

Jadi, selamat berhepi-hepi ria~